

Dominasi PENS ITS dalam kancah robotika nasional kian kukuh saja. Terbukti dalam Final Kontes Robotika Indonesia (KRI) di Balairung Universitas Indonesia (UI) Jakarta, Minggu (15/6), PENS ITS menang mutlak dengan robotnya, Jump-Be, atas KHIL_G dari Universitas Brawijaya.
Sebagai sesepuh (baca:pelopor) robotika Indonesia, PENS ITS memang patut menerima penghargaan tersebut. Namun yang lebih membanggakan, kualitas dari robot-robot yang tampil dalam KRI makin menunjukkan kemajuan yang menjanjikan.
Khusus di regional IV sendiri, keberadaan robot PENS ITS sangat berperan dlam membawa banyak perubahan bagi kampus tetangga. Tak heran bila peserta dari regional IV saat berlaga di UI kemudian banyak yang mengadopsi model battle Jump-Be. Meniru gaya sang guru, ternyata robot mereka makin powerfull saat berlaga di UI. Bahkan, semifinal dan final KRI dimonopoli oleh robot regional IV, yakni menyajikan bentrok antara Koumori (ITS), Khil_G (Unibraw), dan Jum_BE (PENS ITS).
Namun, satu hal yang perlu disadari bahwa PENS ITS sebagai sesepuh, tidaklah tak mungkin bila suatu saat akan mengalami kekalahan. Jika mengamati perkembangan robot KRI hingga saat ini hal tersebut sangatlah mungkin terjadi. Lihat saja, robot ITS yang baru berpartisipasi dua kali telah mampu mengejar Jum_Be. Saat bertanding di regional IV, Koumori mampu bersaing membuat Govinda (nilai penuh) bersama Jump_Be. Padahal, saat itu tak ada adopsi-adopsian gaya seperti laga di UI.
Begitu juga denga kampus lain. Kalah dari Jum_Be, tim-tim regional IV yang masih lolos ke Jakarta hanya dalam waktu satu bulan mampu mengubah strategi dengan meniru gaya main Jum_Be yang spektakuler. Bila ada arek ITS yang bersemboyan bahwa robotika milik PENS ITS, mungkin mulai saat ini, dengan melihat kenyataan di atas, semboyan itu harus diganti.
Tapi, itulah kompetisi. Sebagai perwujudan dari ahsanu 'amalaa, tentunya yang terbaiklah yang menjadi pemenang. Hegemoni kelompok pribadi bisa jadi ada namun itu bukanlah yang utama. Selama masih dalam persaingan yang sehat dan dorongan keikhlasan hasil manis dari even teknologi tersebut dapat dipastikan suatu saat akan dapat dinikmati banyak orang, khususnya masyarakat Indonesia